Panduan Penjualan Reseller B2B

Pegangan kerja Mas Eko dan alat kontrol bos — fokus reseller eksternal Friday Killer / Wincloth.

Target dikunci 18 Juli 2026Offline • ramah HP • siap cetakJujur, bukan broadcast
Target utama: Rp600 juta uang masuk bersih per bulan dari reseller luar. FKS, crew, dan internal tidak dihitung.

Mulai dari sini

Fokus Mas Eko

Fokus penuh B2B. Tugas lain dialihkan ke Ayu, dengan daftar serah terima yang jelas.

Dua mesin omzet

Naikkan frekuensi reseller aktif dan buka 3–5 toko baru per bulan. Chat pribadi adalah mesin jualan.

Batas kejujuran

Jangan mengarang stok, performa, testimoni, margin, atau urgensi. Pakai hanya data yang benar dan terbaru.

Kapan berhenti

Orang baru: maksimal 3 sentuhan aktif + 1 pamit. Jika minta tidak dihubungi, berhenti total. Yang diam masuk daftar musiman.

Keputusan yang boleh dipakai

  • Display kit untuk pengambil paket masuk: anggaran Rp300–500 ribu per toko.
  • Akses beli duluan untuk reseller utama/paket besar, hanya ketika stok benar-benar terbatas.
  • Referral: potongan belanja Rp500 ribu setelah toko rujukan bergabung dan melunasi paket; bukan uang tunai.
  • Tukar barang: belanja baru minimal Rp10 juta; maksimal 25% nilai pembelian; 30 hari; barang mulus dan label terpasang; bukan uang kembali; dipakai bersama order baru. Salah pilih ukuran/warna tidak termasuk.
Rekomendasi / belum final: konsinyasi hanya jalur selektif dengan persetujuan bos per toko. Mitra Utama Wilayah adalah rancangan masa depan; jangan menjanjikan eksklusivitas atau angka komitmen sebelum disahkan.

Checklist kerja harian

Dokumen ini ditulis untuk dua orang: bos (pemilik, pengambil keputusan) dan Mas Eko (admin B2B, pelaksana harian). Bahasanya sengaja dibuat sederhana supaya bisa langsung dipakai kerja, bukan dokumen konsultan.

Ada tiga jenis isi di dokumen ini, dan ketiganya dipisah jelas:

  • Fakta — angka dari data penjualan asli (database Wincloth, periode Januari 2025 sampai awal Juli 2026).
  • Rekomendasi — cara kerja yang disarankan, boleh bos ubah.
  • Belum disetujui — usulan yang TIDAK BOLEH dijanjikan ke reseller sebelum bos sahkan. Semua ditandai jelas.

Bagian 1 — Target dan Arah Utama

Targetnya apa?

Rp600 juta uang masuk bersih per bulan dari reseller luar.Sudah dikunci bos — tanpa target bertahap.

Yang dihitung hanya reseller luar (toko orang lain). Penjualan ke FKS, crew sendiri, atau pihak internal tidak dihitung ke target ini, supaya angkanya jujur.

Catatan soal titik berangkat (perlu dicek saat pembersihan data): menurut bos, sekarang sudah tercapai sekitar Rp400 juta/bulan. Data audit database menunjukkan angka lebih rendah (Rp130–260 juta/bulan) untuk reseller luar murni tanpa FKS/internal. Bedanya kemungkinan karena cara hitung: bulan yang dipakai, atau ada akun yang di data ini terhitung internal padahal bos anggap reseller luar. Ini bukan masalah — justru jadi alasan kuat pembersihan data (Bagian 2) dikerjakan duluan, supaya titik berangkat resminya satu angka yang disepakati.

Posisi kita sekarang (fakta dari data)

  • Dalam 18 bulan terakhir ada 59 reseller yang pernah belanja, dari 273 yang terdaftar. Artinya banyak yang tidur.
  • Kalau FKS dikeluarkan dari hitungan, penjualan bersih ke reseller luar kira-kira Rp130–260 juta per bulan. Jadi target Rp600 juta itu artinya naik 2–3 kali lipat, bukan naik sedikit.
  • Bulan terbaik selalu Maret (Maret 2025 dan Maret 2026 dua-duanya melonjak). Ini pola musiman menjelang Lebaran yang bisa dimanfaatkan.
  • Barang yang paling laku ke reseller: Kaos (Tees), Sandal, Kemeja, Sliders, Kaos Lengan Panjang, Koko. Kaos sendiri hampir setengah dari semua penjualan reseller.

Kenapa selama ini mentok? (fakta + penilaian)

  1. Jualan ke reseller selama ini cuma posting di grup WhatsApp dan Instagram, lalu menunggu. Tidak ada yang menghubungi reseller satu per satu.
  1. Reseller diperlakukan sama semua. Yang belanja Rp100 juta setahun dan yang belanja sekali saja dapat perhatian yang sama.
  1. Tidak ada catatan kenapa reseller tidak jadi beli. Jadi kita tidak pernah belajar.
  1. Cari reseller baru cuma lewat DM Instagram kalau ingat, tanpa proses yang jelas.

Arah utamanya

Dua mesin, dua-duanya jalan bareng:

  1. Reseller yang sudah ada belanja lebih sering. Ini sumber uang tercepat karena mereka sudah kenal dan sudah percaya.
  1. Buka reseller baru secara rutin. Target awal yang masuk akal: 3–5 toko baru per bulan.

Cara kerjanya sederhana: posting grup itu pengumuman, chat pribadi itu jualan. Uang datang dari chat pribadi.


Bagian 2 — Cara Mencapai Target Rp600 Juta

Hitungan sederhana (contoh, bukan target per orang)

Angka di bawah ini contoh hitungan supaya kebayang jalannya. Angka aslinya harus bos kunci setelah lihat data terbaru.

Sumber uangHitunganHasil
Reseller utama (sekitar 15 toko)15 toko × rata-rata Rp15 juta × 2 kali belanja/bulanRp450 juta
Reseller biasa (sekitar 25 toko)25 toko × rata-rata Rp5 juta × 1 kali belanja/bulanRp125 juta
Reseller baru3 toko baru × paket masuk sekitar Rp12 jutaRp36 juta
Total± Rp611 juta

Intinya: target ini tidak butuh keajaiban. Butuh reseller utama belanja 2 kali sebulan (sekarang rata-rata cuma sekali, kadang tidak sama sekali), reseller biasa tetap jalan, dan 3 toko baru masuk tiap bulan.

Siapa reseller utama kita? (fakta dari data)

Toko luar dengan belanja terbesar 18 bulan terakhir, dan masih aktif belanja bulan ini:

Xtreme Store, PRS Shophouse, Garis Keras Store, Eight Point Store, Zelcover Store, Macro Distro Tembilahan, Planet Shop, Remix Distro, Alee 25 Store, Celter Cloth, Flot Distro.

Masing-masing belanja bersih Rp58–146 juta selama 18 bulan. Kelompok inilah yang harus dijaga paling serius — mereka sudah terbukti mau belanja rutin, tinggal dinaikkan frekuensinya.

Reseller tidur yang layak dibangunkan (fakta dari data)

Toko yang dulu belanja lumayan tapi sudah lama diam: SimpleOne Store (dulu belanja Rp59 juta), Wooii Store (Rp35 juta), Macro Pekanbaru, Gerrystro, Spectrum Store, Exterior Store Sidoarjo. Menghubungi mereka lebih murah daripada cari toko baru dari nol, karena mereka sudah kenal barang kita.

Tiga hal yang harus dibereskan dulu ✅ (sudah disetujui bos, tinggal dikerjakan)

  1. Rapikan daftar reseller. Pisahkan mana toko luar asli, mana FKS/crew/internal. Kode seperti FKS, FKG, FK-*, CRW, dan EDO perlu dicek satu per satu. Kalau tidak dipisah, laporan Rp600 juta bisa palsu.
  1. Bereskan tagihan lama sebelum dorong belanja baru. Ada beberapa toko yang masih punya sisa tagihan menurut hitungan sistem (contoh: Macro Tembilahan sekitar Rp13,8 juta, Xtreme sekitar Rp13,2 juta, Zelcover sekitar Rp11,7 juta). Angka ini perlu dicocokkan dulu dengan catatan keuangan — jangan langsung ditagih mentah-mentah, bisa saja ada pembayaran yang belum tercatat.
  1. Audit retur Juni 2026. Ada catatan retur Rp636,9 juta di bulan Juni 2026 — lebih besar dari penjualan bulan itu sendiri. Ini kemungkinan besar urusan pembukuan/stok opname, bukan retur beneran, tapi wajib dicek sebelum angka-angka dipakai untuk target.

Bagian 3 — Alur Jualan Setiap Perilisan

Kita rilis barang baru kurang lebih 3 kali sebulan. Setiap rilis dijalankan dengan urutan yang sama, supaya jadi kebiasaan.

3 hari sebelum rilis

  • Pastikan foto dan video produk siap.
  • Kunci jatah stok: berapa banyak yang dijual ke reseller luar (setelah dikurangi jatah FKS/internal).
  • Mas Eko siapkan daftar reseller utama yang mau dihubungi, plus catatan barang apa yang biasanya laku di masing-masing toko.

1 hari sebelum rilis

  • Mas Eko chat pribadi ke reseller utama satu per satu: kabari besok ada rilis, sebutkan barang yang cocok untuk toko mereka, tawarkan simpan barang duluan.
  • Siapkan naskah pengumuman grup untuk besok pagi.

Hari rilis

  • Pagi (sekitar jam 08.30): posting di grup WhatsApp — foto, harga, jumlah stok, cara pesan.
  • Instagram menyusul (feed + story).
  • Sepanjang hari Mas Eko standby balas pesanan. Reseller utama dibalas secepat mungkin, jangan dibiarkan menggantung.
  • Sore: catat siapa reseller utama yang belum pesan.

1 hari setelah rilis

  • Chat pribadi ke reseller utama yang belum pesan. Bukan menagih — tanya kabar, kabari sisa stok, tanya ada kendala apa.
  • Setiap jawaban dicatat: jadi pesan, atau tidak jadi karena apa (uang belum ada / model tidak cocok / stok lama masih numpuk / ukuran tidak lengkap).

3 hari setelah rilis

  • Chat ke reseller biasa yang belum pesan, pakai cara yang sama.
  • Sapa juga 2–3 reseller tidur: kabari ada barang baru, tanpa memaksa.

7 hari setelah rilis (tutup buku rilis)

  • Hitung hasil rilis: berapa rupiah, berapa toko yang pesan, alasan penolakan apa yang paling sering muncul.
  • Laporkan ke bos (format ada di Bagian 7).
  • Mulai siapkan rilis berikutnya.

Aturan main sepanjang alur ini

  • Chat pribadi hanya jam kerja (09.00–17.00), hari kerja.
  • Maksimal 3 kali chat tanpa balasan, setelah itu berhenti dan catat kapan boleh disapa lagi.
  • Kalau reseller bilang jangan dihubungi, hormati. Catat, dan jangan dihubungi lagi.
  • Jangan pernah mengarang. Jangan bilang "kemarin ludes" kalau tidak ludes. Jangan bilang "stok tinggal sedikit" kalau masih banyak. Sekali ketahuan bohong, kepercayaan toko hilang dan tidak balik.

Bagian 4 — Tugas Harian Mas Eko

Ini rutinitas harian yang jelas, supaya tidak ada hari yang cuma "menunggu pesanan".

Setiap pagi (08.00–09.00)

  • Buka WhatsApp, balas semua pesanan dan pertanyaan yang masuk semalam.
  • Cek daftar: hari ini siapa yang jadwalnya dihubungi ulang?

Setiap hari (09.00–11.00) — jam jualan

Isinya tergantung posisi di siklus rilis (lihat Bagian 3):

  • Habis rilis: chat pribadi ke reseller yang belum pesan, 10–15 toko per hari.
  • Hari biasa: sapa reseller tidur, tanya kabar stok reseller yang belanja 2 minggu lalu (barangkali sudah habis dan mau tambah), atau hubungi calon reseller baru.

Setiap hari (sekitar 13.00) — 15 menit catat

Isi tabel kerja (cukup Google Sheet) untuk setiap toko yang dihubungi hari itu:

KolomIsinya
Nama toko
KelompokUtama / Biasa / Tidur / Calon baru
Terakhir belanjatanggal
Terakhir dihubungitanggal
Hasilnyapesan / tidak balas / menolak
Kalau menolak, alasannyauang belum ada / model tidak cocok / stok lama numpuk / ukuran / lainnya
Kapan dihubungi lagitanggal
Barang kesukaan toko inicontoh: kaos oversized, sandal

Ini bukan pekerjaan tambahan yang berat — 15 menit sehari. Tapi tanpa catatan ini semua chat jadi sia-sia karena minggu depan sudah lupa siapa bilang apa.

Rabu–Kamis (10.00–12.00) — cari reseller baru

  • Hubungi 1–2 calon toko baru (cara lengkap di Bagian 5).

Jumat sore (16.00–17.00) — laporan mingguan

  • Isi laporan mingguan untuk bos (format di Bagian 7).

Beban kerja ini masuk akal, tidak?

Hitungannya: sekitar 15 chat pribadi × 3 rilis = ±45 chat jualan per bulan, ditambah ±8 obrolan calon reseller baru, ditambah balas pesanan harian. Rata-rata 6–8 aktivitas jualan per hari. Untuk satu orang admin yang fokus, ini wajar.

✅ Sudah diputuskan bos: Mas Eko fokus penuh ke jualan B2B. Tugas-tugas lain yang selama ini dipegang Mas Eko dialihkan ke Ayu (supervisor gudang). Yang perlu ditindaklanjuti: bos dan Mas Eko duduk sebentar mendata tugas apa saja yang pindah ke Ayu, supaya serah terimanya jelas dan tidak ada yang jatuh di tengah.


Bagian 5 — Cara Mencari Reseller Baru

Target awal: 3–5 toko baru per bulan. Fokus ke toko fisik yang jual pakaian, bukan toko online saja.

Dari mana dapat daftar calon?

  1. Google Maps — cari "distro" atau "toko baju" di kota-kota target. Lihat fotonya, ramai atau tidak.
  1. Instagram — toko dengan pengikut sekitar 500 sampai 50 ribu. Terlalu kecil biasanya belum sanggup belanja, terlalu besar biasanya sudah punya banyak pemasok.
  1. Tanya reseller yang sudah ada — "Ada teman sesama pemilik toko yang mungkin cocok jual barang kami?" Ini sumber terbaik karena sudah ada kepercayaan.
  1. Toko yang jual merek sejenis — kalau mereka jual merek distro lain dengan harga mirip, kemungkinan besar cocok jual barang kita.

Toko seperti apa yang layak dikejar?

Kejar kalau: punya toko fisik yang buka rutin, jual pakaian kasual/distro, tokonya terlihat hidup (ada aktivitas di Instagram atau ramai di foto Maps), dan membalas chat dalam 1–2 hari.

Lewati kalau: hanya jualan online, barangnya terlalu mirip dan sudah penuh, tidak balas setelah 2 kali disapa, atau sudah bilang tidak tertarik.

Urutan pendekatan

  1. Hari pertama: kirim chat perkenalan (contoh di Bagian 6). Satu pesan saja, sopan, tidak memaksa.
  1. Kalau tidak dibalas: tunggu 2–3 hari, kirim satu pengingat ringan. Kalau tetap diam, berhenti dan coba lagi 3–4 minggu kemudian.
  1. Kalau dibalas dan tertarik: kirim katalog dan foto barang terlaris, lalu ajak ngobrol — telepon atau chat panjang, sekitar 20–30 menit.
  1. Isi obrolannya bukan jualan, tapi bertanya: sudah berapa lama tokonya jalan, barang apa yang paling laku, pembelinya siapa (umur, gaya), ambil barang dari mana saja, kira-kira sanggup belanja berapa per bulan. Dengarkan 70%, bicara 30%.
  1. Setelah ngobrol: tawarkan paket masuk yang cocok (lihat di bawah), sebutkan isi paketnya disesuaikan dengan gaya tokonya.
  1. Kalau setuju: kirim cara pesan dan pembayaran, masukkan ke grup reseller, dan kabari jadwal rilis berikutnya.
  1. Minggu pertama setelah bergabung: Mas Eko dampingi — sapa sehari setelah barang sampai, tanya barang mana yang mulai laku, bantu jawab pertanyaan. Reseller baru yang merasa ditemani akan belanja lagi; yang dicuekin akan hilang.

Paket masuk reseller baru (fakta — ini paket yang sudah berjalan)

PaketBayarDapat barang senilaiPotongan harga
Paket awalsekitar Rp10–11 jutasekitar Rp15 juta30%
Paket besarsekitar Rp15 jutasekitar Rp25 juta40%

Pemanis paket ✅ (disahkan bos 18 Juli 2026)

Tiga pemanis ini resmi berlaku dan boleh disebutkan ke calon reseller, persis sesuai ketentuan di bawah — jangan dilonggarkan di chat:

  1. Display kit sederhana untuk toko baru: hang tag bermerek, poster A3, kartu harga. Anggaran maksimal Rp300–500 ribu per toko baru, hanya untuk yang ambil paket masuk. Murah, tapi bikin barang kita tampil rapi dan "resmi" di toko orang.
  1. Akses beli duluan untuk reseller utama dan pengambil paket besar: barang rilis yang stoknya terbatas ditawarkan ke mereka dulu sebelum diumumkan di grup. Gratis, tidak keluar uang sepeser pun. Satu syarat mati: hanya dipakai kalau stoknya benar-benar terbatas — kalau dipakai untuk barang yang stoknya banyak, reseller akan sadar dan kepercayaan rusak.
  1. Bonus bawa teman: kalau reseller mengenalkan pemilik toko lain dan toko itu benar-benar bergabung serta melunasi paket masuk, si pembawa dapat potongan belanja Rp500 ribu untuk order berikutnya. Bentuknya potongan belanja, bukan uang tunai — lebih aman dari penyalahgunaan, dan otomatis memancing dia belanja lagi.

Program tukar barang ✅ (disahkan bos 18 Juli 2026)

Program tukar resmi berlaku dengan syarat berikut. Satu hal operasional yang masih perlu dikonfirmasi ke Ayu: alur barang tukaran di gudang.

SyaratKetentuan usulan
Siapa yang berhakReseller dengan sekali belanja minimal Rp10 juta
Batas nilai tukarMaksimal 25% dari nilai belanja (belanja Rp10 juta → boleh tukar sampai Rp2,5 juta)
Batas waktu30 hari sejak barang diterima
Kondisi barangMulus, label masih terpasang, layak jual lagi. Salah pilih ukuran/warna tidak termasuk
Bentuk penggantianTukar dengan barang lain — bukan uang kembali
Kunci pengamanHak tukar hanya bisa dipakai bersamaan dengan order baru, jadi tukar barang selalu menempel pada belanja berikutnya
Penampung barang tukaranMasuk gudang, disalurkan ke FKS/clearance — perlu dikonfirmasi ke Ayu sebagai supervisor gudang
Masa uji coba3 bulan pertama, ditinjau ulang: berapa yang menukar, ada yang menyalahgunakan atau tidak

Bagian 6 — Contoh Chat Siap Pakai

Semua contoh di bawah bahasa Indonesia penuh, nada ngobrol biasa. Sesuaikan nama dan barangnya — jangan dikirim mentah-mentah seperti robot. Dan satu aturan mati: semua yang ditulis harus benar. Kalau stok masih banyak, jangan bilang hampir habis.

1. Ke reseller utama, sehari sebelum rilis:

Pagi Pak Andi. Besok kami rilis kaos model baru, ada 5 warna. Modelnya mirip yang kemarin cepat habis di toko Bapak. Kalau berminat, bisa saya simpankan dulu sebelum diumumkan di grup. Mau saya kirim fotonya?

2. Ke reseller utama yang belum pesan, sehari setelah rilis:

Pagi Pak. Kemarin rilisnya sudah lihat belum? Beberapa model masih ada stoknya. Kalau ada yang cocok buat toko Bapak, kabari saja — atau kalau lagi belum pas waktunya juga tidak apa-apa, saya cuma memastikan Bapak tidak kelewatan infonya.

3. Kalau jawabannya "uangnya belum ada":

⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Siap Pak, paham. Tidak harus ambil banyak kok — ambil beberapa model yang paling cepat laku dulu juga bisa. Atau saya kabari lagi minggu depan? Enaknya kapan?

4. Kalau jawabannya "modelnya kurang cocok untuk toko saya":

Oh begitu, terima kasih infonya Pak — ini masukan penting buat kami. Rilis ini memang gayanya agak beda. Ada 2 model yang lebih netral, mau saya kirim fotonya? Kalau tetap kurang pas, rilis berikutnya saya kabari yang lebih sesuai selera pembeli toko Bapak.

5. Kalau jawabannya "stok lama masih banyak":

Paham Pak. Kalau boleh tahu, model mana yang lambat jalannya? Biar rilis berikutnya saya sarankan yang beda tipe. Yang penting toko Bapak sehat dulu, belanjanya menyusul.

(Catatan: tukar barang boleh ditawarkan, tapi hanya persis sesuai syarat di Bagian 5 — minimal belanja Rp10 juta, maksimal 25%, 30 hari, tukar barang bukan uang. Jangan dilonggarkan di chat.)

6. Ke reseller yang sudah lama tidak belanja:

⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak Budi, apa kabar? Sudah lama kita tidak ngobrol. Toko masih ramai? Bulan ini kami ada beberapa barang baru yang lumayan jalan di toko-toko lain. Kalau Bapak mau lihat, saya kirimkan daftar yang paling laku. Santai saja, tidak ada keharusan.

7. Ke reseller yang belanja 2 minggu lalu:

Pak, kaos yang kemarin Bapak ambil bagaimana jalannya di toko? Kalau ada yang sudah mau habis, kabari saja — minggu depan ada rilis lagi, ada model yang senada. Bisa saya sisihkan duluan sebelum masuk grup.

8. Perkenalan ke calon reseller baru:

⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Selamat siang. Saya Eko dari Friday Killer, kami produsen pakaian kasual — kaos, kemeja, sandal, koko. Saya lihat toko Bapak/Ibu di [Instagram/Maps], sepertinya gaya barangnya cocok dengan produk kami. Kami rutin rilis barang baru 3 kali sebulan, dan banyak toko di berbagai kota yang jadi mitra jual kami. Kalau berkenan, saya kirimkan katalog dan daftar barang yang paling laku. Tidak ada keharusan apa-apa, kenalan dulu saja.

9. Pengingat untuk calon yang belum balas (sekali saja):

Siang Pak/Bu, menyambung pesan saya beberapa hari lalu. Saya kirimkan katalognya di sini ya, siapa tahu sempat dilihat-lihat. Kalau ada pertanyaan, silakan kabari kapan saja.

10. Minta kenalan dari reseller yang barang belanjaannya laku:

Pak, senang dengar barang kemarin jalannya bagus. Oh iya, kalau Bapak punya kenalan sesama pemilik toko yang kira-kira cocok jual barang kami, boleh dikenalkan. Nanti saya yang urus penawarannya.

(Catatan: bonus bawa teman boleh disebutkan — potongan belanja Rp500 ribu, cair setelah toko yang dibawa melunasi paket masuknya. Jangan dijanjikan dalam bentuk uang tunai.)


Bagian 7 — Laporan untuk Bos

Laporan mingguan (diisi Mas Eko tiap Jumat sore, satu halaman saja)

Isi laporanContoh isi
Uang masuk minggu ini (reseller luar saja)Rp135 juta
Posisi terhadap target bulan berjalanRp310 juta dari Rp600 juta, minggu ke-2
Jumlah toko yang pesan9 toko
Jumlah toko yang dihubungi pribadi32 toko
Calon reseller baru yang diajak bicara3, satu di antaranya minta katalog
Reseller baru yang jadi bergabung1 (paket Rp10 juta)
Alasan penolakan paling sering minggu ini"uang belum ada" (5 toko)
Rencana minggu depanfokus rilis tanggal sekian + hubungi ulang 5 toko yang minta ditunda

Yang dilihat bos dari laporan ini

  • Uang masuknya di jalur atau tidak. Kalau dua minggu berturut-turut jauh di bawah Rp150 juta/minggu, berarti ada yang perlu dibenahi — jangan tunggu akhir bulan.
  • Aktivitasnya jalan atau tidak. Kalau uang kurang tapi chat pribadinya juga cuma sedikit, masalahnya di kerajinan. Kalau chat banyak tapi uang kurang, masalahnya di penawaran atau harga — dan itu urusan bos, bukan salah Mas Eko.
  • Alasan penolakan. Kalau satu alasan muncul terus (misalnya "model tidak cocok" berulang-ulang), itu masukan untuk urusan produk, bukan urusan jualan.

Obrolan bulanan (bos + Mas Eko, 30–60 menit tiap akhir bulan)

  1. Total uang masuk vs target Rp600 juta.
  1. Toko mana yang naik, toko mana yang menghilang.
  1. Reseller baru bulan ini berapa, dan apakah mereka belanja lagi.
  1. Satu-dua hal yang mau diubah bulan depan.


Sumber angka: audit read-only database Wincloth (reseller_strategy_audit_draft.md), periode 1 Januari 2025 – 2 Juli 2026. Semua angka penjualan adalah nilai transaksi, belum termasuk hitungan modal/margin. Dokumen ini tidak memuat nomor telepon maupun alamat siapa pun.

Cari chat berdasarkan situasi

Pilih situasi atau tulis dengan bahasa sehari-hari. Ganti nama toko, kota, produk, jumlah, dan bukti hanya dengan informasi nyata.

Paling sering dipakai

Funnel B2B: tangga melingkar

KenalTertarikNgobrolOrder pertamaOrder keduaLanggananPembawa teman

Protokol 30 hari menuju order kedua

  • Hari 1–2: pastikan barang sampai dan bantu arah pajangan tanpa klaim rekaan.
  • Hari 7: tanya barang yang bergerak dan paling sering ditanyakan.
  • Hari 21: evaluasi stok; ingatkan batas program tukar 30 hari sesuai seluruh syarat.
  • Hari 25–28: susun order kedua dari data penjualan tokonya sendiri.
  • ≤60 hari: order kedua berarti naik tahap. ≥90 hari tanpa order: masuk jalur dorman.

Distribusi dan konsinyasi

Default tetap beli putus dengan perlindungan tukar sesuai aturan. Toko besar/strategis boleh diajukan ke jalur distribusi resmi jika bersedia laporan rutin dan perjanjian tertulis. Keputusan hanya oleh bos, bukan Mas Eko.

Mitra Utama Wilayah — rekomendasi masa depan, belum berlaku. Arahnya prioritas wilayah berbasis komitmen dan evaluasi, bukan monopoli permanen. Usulan Rp20–30 juta/bulan, radius, benefit, dan evaluasi tiga bulanan belum boleh dijanjikan sebelum bos sahkan.

Laporan untuk bos

Setiap Jumat

  1. Uang masuk minggu ini — reseller luar saja.
  2. Posisi kumulatif terhadap Rp600 juta.
  3. Jumlah toko pesan dan jumlah toko dihubungi pribadi.
  4. Calon reseller diajak bicara dan reseller baru yang bergabung.
  5. Tiga alasan penolakan teratas.
  6. Reseller baru yang masuk jadwal order kedua.
  7. Rencana tindakan minggu depan.

Tanda perlu tindakan

Jika dua minggu berturut-turut jauh di bawah Rp150 juta/minggu, cek segera. Chat sedikit berarti masalah aktivitas. Chat banyak tetapi omzet lemah berarti tawaran, produk, segmentasi, atau harga perlu ditinjau bos.

Setiap akhir bulan

Bahas omzet vs target, toko naik/hilang, reseller baru dan order keduanya, alasan penolakan, serta satu-dua perubahan bulan berikutnya.