Pegangan kerja Mas Eko dan alat kontrol bos — fokus reseller eksternal Friday Killer / Wincloth.
Target dikunci 18 Juli 2026Offline • ramah HP • siap cetakJujur, bukan broadcast
Target utama: Rp600 juta uang masuk bersih per bulan dari reseller luar. FKS, crew, dan internal tidak dihitung.
Mulai dari sini
Fokus Mas Eko
Fokus penuh B2B. Tugas lain dialihkan ke Ayu, dengan daftar serah terima yang jelas.
Dua mesin omzet
Naikkan frekuensi reseller aktif dan buka 3–5 toko baru per bulan. Chat pribadi adalah mesin jualan.
Batas kejujuran
Jangan mengarang stok, performa, testimoni, margin, atau urgensi. Pakai hanya data yang benar dan terbaru.
Kapan berhenti
Orang baru: maksimal 3 sentuhan aktif + 1 pamit. Jika minta tidak dihubungi, berhenti total. Yang diam masuk daftar musiman.
Keputusan yang boleh dipakai
Display kit untuk pengambil paket masuk: anggaran Rp300–500 ribu per toko.
Akses beli duluan untuk reseller utama/paket besar, hanya ketika stok benar-benar terbatas.
Referral: potongan belanja Rp500 ribu setelah toko rujukan bergabung dan melunasi paket; bukan uang tunai.
Tukar barang: belanja baru minimal Rp10 juta; maksimal 25% nilai pembelian; 30 hari; barang mulus dan label terpasang; bukan uang kembali; dipakai bersama order baru. Salah pilih ukuran/warna tidak termasuk.
Rekomendasi / belum final: konsinyasi hanya jalur selektif dengan persetujuan bos per toko. Mitra Utama Wilayah adalah rancangan masa depan; jangan menjanjikan eksklusivitas atau angka komitmen sebelum disahkan.
Checklist kerja harian
Dokumen ini ditulis untuk dua orang: bos (pemilik, pengambil keputusan) dan Mas Eko (admin B2B, pelaksana harian). Bahasanya sengaja dibuat sederhana supaya bisa langsung dipakai kerja, bukan dokumen konsultan.
Ada tiga jenis isi di dokumen ini, dan ketiganya dipisah jelas:
Fakta — angka dari data penjualan asli (database Wincloth, periode Januari 2025 sampai awal Juli 2026).
Rekomendasi — cara kerja yang disarankan, boleh bos ubah.
Belum disetujui — usulan yang TIDAK BOLEH dijanjikan ke reseller sebelum bos sahkan. Semua ditandai jelas.
Bagian 1 — Target dan Arah Utama
Targetnya apa?
Rp600 juta uang masuk bersih per bulan dari reseller luar. ✅ Sudah dikunci bos — tanpa target bertahap.
Yang dihitung hanya reseller luar (toko orang lain). Penjualan ke FKS, crew sendiri, atau pihak internal tidak dihitung ke target ini, supaya angkanya jujur.
Catatan soal titik berangkat (perlu dicek saat pembersihan data): menurut bos, sekarang sudah tercapai sekitar Rp400 juta/bulan. Data audit database menunjukkan angka lebih rendah (Rp130–260 juta/bulan) untuk reseller luar murni tanpa FKS/internal. Bedanya kemungkinan karena cara hitung: bulan yang dipakai, atau ada akun yang di data ini terhitung internal padahal bos anggap reseller luar. Ini bukan masalah — justru jadi alasan kuat pembersihan data (Bagian 2) dikerjakan duluan, supaya titik berangkat resminya satu angka yang disepakati.
Posisi kita sekarang (fakta dari data)
Dalam 18 bulan terakhir ada 59 reseller yang pernah belanja, dari 273 yang terdaftar. Artinya banyak yang tidur.
Kalau FKS dikeluarkan dari hitungan, penjualan bersih ke reseller luar kira-kira Rp130–260 juta per bulan. Jadi target Rp600 juta itu artinya naik 2–3 kali lipat, bukan naik sedikit.
Bulan terbaik selalu Maret (Maret 2025 dan Maret 2026 dua-duanya melonjak). Ini pola musiman menjelang Lebaran yang bisa dimanfaatkan.
Barang yang paling laku ke reseller: Kaos (Tees), Sandal, Kemeja, Sliders, Kaos Lengan Panjang, Koko. Kaos sendiri hampir setengah dari semua penjualan reseller.
Kenapa selama ini mentok? (fakta + penilaian)
Jualan ke reseller selama ini cuma posting di grup WhatsApp dan Instagram, lalu menunggu. Tidak ada yang menghubungi reseller satu per satu.
Reseller diperlakukan sama semua. Yang belanja Rp100 juta setahun dan yang belanja sekali saja dapat perhatian yang sama.
Tidak ada catatan kenapa reseller tidak jadi beli. Jadi kita tidak pernah belajar.
Cari reseller baru cuma lewat DM Instagram kalau ingat, tanpa proses yang jelas.
Arah utamanya
Dua mesin, dua-duanya jalan bareng:
Reseller yang sudah ada belanja lebih sering. Ini sumber uang tercepat karena mereka sudah kenal dan sudah percaya.
Buka reseller baru secara rutin. Target awal yang masuk akal: 3–5 toko baru per bulan.
Cara kerjanya sederhana: posting grup itu pengumuman, chat pribadi itu jualan. Uang datang dari chat pribadi.
Bagian 2 — Cara Mencapai Target Rp600 Juta
Hitungan sederhana (contoh, bukan target per orang)
Angka di bawah ini contoh hitungan supaya kebayang jalannya. Angka aslinya harus bos kunci setelah lihat data terbaru.
Sumber uang
Hitungan
Hasil
Reseller utama (sekitar 15 toko)
15 toko × rata-rata Rp15 juta × 2 kali belanja/bulan
Rp450 juta
Reseller biasa (sekitar 25 toko)
25 toko × rata-rata Rp5 juta × 1 kali belanja/bulan
Rp125 juta
Reseller baru
3 toko baru × paket masuk sekitar Rp12 juta
Rp36 juta
Total
± Rp611 juta
Intinya: target ini tidak butuh keajaiban. Butuh reseller utama belanja 2 kali sebulan (sekarang rata-rata cuma sekali, kadang tidak sama sekali), reseller biasa tetap jalan, dan 3 toko baru masuk tiap bulan.
Siapa reseller utama kita? (fakta dari data)
Toko luar dengan belanja terbesar 18 bulan terakhir, dan masih aktif belanja bulan ini:
Xtreme Store, PRS Shophouse, Garis Keras Store, Eight Point Store, Zelcover Store, Macro Distro Tembilahan, Planet Shop, Remix Distro, Alee 25 Store, Celter Cloth, Flot Distro.
Masing-masing belanja bersih Rp58–146 juta selama 18 bulan. Kelompok inilah yang harus dijaga paling serius — mereka sudah terbukti mau belanja rutin, tinggal dinaikkan frekuensinya.
Reseller tidur yang layak dibangunkan (fakta dari data)
Toko yang dulu belanja lumayan tapi sudah lama diam: SimpleOne Store (dulu belanja Rp59 juta), Wooii Store (Rp35 juta), Macro Pekanbaru, Gerrystro, Spectrum Store, Exterior Store Sidoarjo. Menghubungi mereka lebih murah daripada cari toko baru dari nol, karena mereka sudah kenal barang kita.
Tiga hal yang harus dibereskan dulu ✅ (sudah disetujui bos, tinggal dikerjakan)
Rapikan daftar reseller. Pisahkan mana toko luar asli, mana FKS/crew/internal. Kode seperti FKS, FKG, FK-*, CRW, dan EDO perlu dicek satu per satu. Kalau tidak dipisah, laporan Rp600 juta bisa palsu.
Bereskan tagihan lama sebelum dorong belanja baru. Ada beberapa toko yang masih punya sisa tagihan menurut hitungan sistem (contoh: Macro Tembilahan sekitar Rp13,8 juta, Xtreme sekitar Rp13,2 juta, Zelcover sekitar Rp11,7 juta). Angka ini perlu dicocokkan dulu dengan catatan keuangan — jangan langsung ditagih mentah-mentah, bisa saja ada pembayaran yang belum tercatat.
Audit retur Juni 2026. Ada catatan retur Rp636,9 juta di bulan Juni 2026 — lebih besar dari penjualan bulan itu sendiri. Ini kemungkinan besar urusan pembukuan/stok opname, bukan retur beneran, tapi wajib dicek sebelum angka-angka dipakai untuk target.
Bagian 3 — Alur Jualan Setiap Perilisan
Kita rilis barang baru kurang lebih 3 kali sebulan. Setiap rilis dijalankan dengan urutan yang sama, supaya jadi kebiasaan.
3 hari sebelum rilis
Pastikan foto dan video produk siap.
Kunci jatah stok: berapa banyak yang dijual ke reseller luar (setelah dikurangi jatah FKS/internal).
Mas Eko siapkan daftar reseller utama yang mau dihubungi, plus catatan barang apa yang biasanya laku di masing-masing toko.
1 hari sebelum rilis
Mas Eko chat pribadi ke reseller utama satu per satu: kabari besok ada rilis, sebutkan barang yang cocok untuk toko mereka, tawarkan simpan barang duluan.
Siapkan naskah pengumuman grup untuk besok pagi.
Hari rilis
Pagi (sekitar jam 08.30): posting di grup WhatsApp — foto, harga, jumlah stok, cara pesan.
Instagram menyusul (feed + story).
Sepanjang hari Mas Eko standby balas pesanan. Reseller utama dibalas secepat mungkin, jangan dibiarkan menggantung.
Sore: catat siapa reseller utama yang belum pesan.
1 hari setelah rilis
Chat pribadi ke reseller utama yang belum pesan. Bukan menagih — tanya kabar, kabari sisa stok, tanya ada kendala apa.
Setiap jawaban dicatat: jadi pesan, atau tidak jadi karena apa (uang belum ada / model tidak cocok / stok lama masih numpuk / ukuran tidak lengkap).
3 hari setelah rilis
Chat ke reseller biasa yang belum pesan, pakai cara yang sama.
Sapa juga 2–3 reseller tidur: kabari ada barang baru, tanpa memaksa.
7 hari setelah rilis (tutup buku rilis)
Hitung hasil rilis: berapa rupiah, berapa toko yang pesan, alasan penolakan apa yang paling sering muncul.
Laporkan ke bos (format ada di Bagian 7).
Mulai siapkan rilis berikutnya.
Aturan main sepanjang alur ini
Chat pribadi hanya jam kerja (09.00–17.00), hari kerja.
Maksimal 3 kali chat tanpa balasan, setelah itu berhenti dan catat kapan boleh disapa lagi.
Kalau reseller bilang jangan dihubungi, hormati. Catat, dan jangan dihubungi lagi.
Jangan pernah mengarang. Jangan bilang "kemarin ludes" kalau tidak ludes. Jangan bilang "stok tinggal sedikit" kalau masih banyak. Sekali ketahuan bohong, kepercayaan toko hilang dan tidak balik.
Bagian 4 — Tugas Harian Mas Eko
Ini rutinitas harian yang jelas, supaya tidak ada hari yang cuma "menunggu pesanan".
Setiap pagi (08.00–09.00)
Buka WhatsApp, balas semua pesanan dan pertanyaan yang masuk semalam.
Cek daftar: hari ini siapa yang jadwalnya dihubungi ulang?
Setiap hari (09.00–11.00) — jam jualan
Isinya tergantung posisi di siklus rilis (lihat Bagian 3):
Habis rilis: chat pribadi ke reseller yang belum pesan, 10–15 toko per hari.
Hari biasa: sapa reseller tidur, tanya kabar stok reseller yang belanja 2 minggu lalu (barangkali sudah habis dan mau tambah), atau hubungi calon reseller baru.
Setiap hari (sekitar 13.00) — 15 menit catat
Isi tabel kerja (cukup Google Sheet) untuk setiap toko yang dihubungi hari itu:
Kolom
Isinya
Nama toko
—
Kelompok
Utama / Biasa / Tidur / Calon baru
Terakhir belanja
tanggal
Terakhir dihubungi
tanggal
Hasilnya
pesan / tidak balas / menolak
Kalau menolak, alasannya
uang belum ada / model tidak cocok / stok lama numpuk / ukuran / lainnya
Kapan dihubungi lagi
tanggal
Barang kesukaan toko ini
contoh: kaos oversized, sandal
Ini bukan pekerjaan tambahan yang berat — 15 menit sehari. Tapi tanpa catatan ini semua chat jadi sia-sia karena minggu depan sudah lupa siapa bilang apa.
Rabu–Kamis (10.00–12.00) — cari reseller baru
Hubungi 1–2 calon toko baru (cara lengkap di Bagian 5).
Jumat sore (16.00–17.00) — laporan mingguan
Isi laporan mingguan untuk bos (format di Bagian 7).
Beban kerja ini masuk akal, tidak?
Hitungannya: sekitar 15 chat pribadi × 3 rilis = ±45 chat jualan per bulan, ditambah ±8 obrolan calon reseller baru, ditambah balas pesanan harian. Rata-rata 6–8 aktivitas jualan per hari. Untuk satu orang admin yang fokus, ini wajar.
✅ Sudah diputuskan bos: Mas Eko fokus penuh ke jualan B2B. Tugas-tugas lain yang selama ini dipegang Mas Eko dialihkan ke Ayu (supervisor gudang). Yang perlu ditindaklanjuti: bos dan Mas Eko duduk sebentar mendata tugas apa saja yang pindah ke Ayu, supaya serah terimanya jelas dan tidak ada yang jatuh di tengah.
Bagian 5 — Cara Mencari Reseller Baru
Target awal: 3–5 toko baru per bulan. Fokus ke toko fisik yang jual pakaian, bukan toko online saja.
Dari mana dapat daftar calon?
Google Maps — cari "distro" atau "toko baju" di kota-kota target. Lihat fotonya, ramai atau tidak.
Instagram — toko dengan pengikut sekitar 500 sampai 50 ribu. Terlalu kecil biasanya belum sanggup belanja, terlalu besar biasanya sudah punya banyak pemasok.
Tanya reseller yang sudah ada — "Ada teman sesama pemilik toko yang mungkin cocok jual barang kami?" Ini sumber terbaik karena sudah ada kepercayaan.
Toko yang jual merek sejenis — kalau mereka jual merek distro lain dengan harga mirip, kemungkinan besar cocok jual barang kita.
Toko seperti apa yang layak dikejar?
Kejar kalau: punya toko fisik yang buka rutin, jual pakaian kasual/distro, tokonya terlihat hidup (ada aktivitas di Instagram atau ramai di foto Maps), dan membalas chat dalam 1–2 hari.
Lewati kalau: hanya jualan online, barangnya terlalu mirip dan sudah penuh, tidak balas setelah 2 kali disapa, atau sudah bilang tidak tertarik.
Urutan pendekatan
Hari pertama: kirim chat perkenalan (contoh di Bagian 6). Satu pesan saja, sopan, tidak memaksa.
Kalau tidak dibalas: tunggu 2–3 hari, kirim satu pengingat ringan. Kalau tetap diam, berhenti dan coba lagi 3–4 minggu kemudian.
Kalau dibalas dan tertarik: kirim katalog dan foto barang terlaris, lalu ajak ngobrol — telepon atau chat panjang, sekitar 20–30 menit.
Isi obrolannya bukan jualan, tapi bertanya: sudah berapa lama tokonya jalan, barang apa yang paling laku, pembelinya siapa (umur, gaya), ambil barang dari mana saja, kira-kira sanggup belanja berapa per bulan. Dengarkan 70%, bicara 30%.
Setelah ngobrol: tawarkan paket masuk yang cocok (lihat di bawah), sebutkan isi paketnya disesuaikan dengan gaya tokonya.
Kalau setuju: kirim cara pesan dan pembayaran, masukkan ke grup reseller, dan kabari jadwal rilis berikutnya.
Minggu pertama setelah bergabung: Mas Eko dampingi — sapa sehari setelah barang sampai, tanya barang mana yang mulai laku, bantu jawab pertanyaan. Reseller baru yang merasa ditemani akan belanja lagi; yang dicuekin akan hilang.
Paket masuk reseller baru (fakta — ini paket yang sudah berjalan)
Paket
Bayar
Dapat barang senilai
Potongan harga
Paket awal
sekitar Rp10–11 juta
sekitar Rp15 juta
30%
Paket besar
sekitar Rp15 juta
sekitar Rp25 juta
40%
Pemanis paket ✅ (disahkan bos 18 Juli 2026)
Tiga pemanis ini resmi berlaku dan boleh disebutkan ke calon reseller, persis sesuai ketentuan di bawah — jangan dilonggarkan di chat:
Display kit sederhana untuk toko baru: hang tag bermerek, poster A3, kartu harga. Anggaran maksimal Rp300–500 ribu per toko baru, hanya untuk yang ambil paket masuk. Murah, tapi bikin barang kita tampil rapi dan "resmi" di toko orang.
Akses beli duluan untuk reseller utama dan pengambil paket besar: barang rilis yang stoknya terbatas ditawarkan ke mereka dulu sebelum diumumkan di grup. Gratis, tidak keluar uang sepeser pun. Satu syarat mati: hanya dipakai kalau stoknya benar-benar terbatas — kalau dipakai untuk barang yang stoknya banyak, reseller akan sadar dan kepercayaan rusak.
Bonus bawa teman: kalau reseller mengenalkan pemilik toko lain dan toko itu benar-benar bergabung serta melunasi paket masuk, si pembawa dapat potongan belanja Rp500 ribu untuk order berikutnya. Bentuknya potongan belanja, bukan uang tunai — lebih aman dari penyalahgunaan, dan otomatis memancing dia belanja lagi.
Program tukar barang ✅ (disahkan bos 18 Juli 2026)
Program tukar resmi berlaku dengan syarat berikut. Satu hal operasional yang masih perlu dikonfirmasi ke Ayu: alur barang tukaran di gudang.
Syarat
Ketentuan usulan
Siapa yang berhak
Reseller dengan sekali belanja minimal Rp10 juta
Batas nilai tukar
Maksimal 25% dari nilai belanja (belanja Rp10 juta → boleh tukar sampai Rp2,5 juta)
Batas waktu
30 hari sejak barang diterima
Kondisi barang
Mulus, label masih terpasang, layak jual lagi. Salah pilih ukuran/warna tidak termasuk
Bentuk penggantian
Tukar dengan barang lain — bukan uang kembali
Kunci pengaman
Hak tukar hanya bisa dipakai bersamaan dengan order baru, jadi tukar barang selalu menempel pada belanja berikutnya
Penampung barang tukaran
Masuk gudang, disalurkan ke FKS/clearance — perlu dikonfirmasi ke Ayu sebagai supervisor gudang
Masa uji coba
3 bulan pertama, ditinjau ulang: berapa yang menukar, ada yang menyalahgunakan atau tidak
Bagian 6 — Contoh Chat Siap Pakai
Semua contoh di bawah bahasa Indonesia penuh, nada ngobrol biasa. Sesuaikan nama dan barangnya — jangan dikirim mentah-mentah seperti robot. Dan satu aturan mati: semua yang ditulis harus benar. Kalau stok masih banyak, jangan bilang hampir habis.
1. Ke reseller utama, sehari sebelum rilis:
Pagi Pak Andi. Besok kami rilis kaos model baru, ada 5 warna. Modelnya mirip yang kemarin cepat habis di toko Bapak. Kalau berminat, bisa saya simpankan dulu sebelum diumumkan di grup. Mau saya kirim fotonya?
2. Ke reseller utama yang belum pesan, sehari setelah rilis:
Pagi Pak. Kemarin rilisnya sudah lihat belum? Beberapa model masih ada stoknya. Kalau ada yang cocok buat toko Bapak, kabari saja — atau kalau lagi belum pas waktunya juga tidak apa-apa, saya cuma memastikan Bapak tidak kelewatan infonya.
3. Kalau jawabannya "uangnya belum ada":
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Siap Pak, paham. Tidak harus ambil banyak kok — ambil beberapa model yang paling cepat laku dulu juga bisa. Atau saya kabari lagi minggu depan? Enaknya kapan?
4. Kalau jawabannya "modelnya kurang cocok untuk toko saya":
Oh begitu, terima kasih infonya Pak — ini masukan penting buat kami. Rilis ini memang gayanya agak beda. Ada 2 model yang lebih netral, mau saya kirim fotonya? Kalau tetap kurang pas, rilis berikutnya saya kabari yang lebih sesuai selera pembeli toko Bapak.
5. Kalau jawabannya "stok lama masih banyak":
Paham Pak. Kalau boleh tahu, model mana yang lambat jalannya? Biar rilis berikutnya saya sarankan yang beda tipe. Yang penting toko Bapak sehat dulu, belanjanya menyusul.
(Catatan: tukar barang boleh ditawarkan, tapi hanya persis sesuai syarat di Bagian 5 — minimal belanja Rp10 juta, maksimal 25%, 30 hari, tukar barang bukan uang. Jangan dilonggarkan di chat.)
6. Ke reseller yang sudah lama tidak belanja:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak Budi, apa kabar? Sudah lama kita tidak ngobrol. Toko masih ramai? Bulan ini kami ada beberapa barang baru yang lumayan jalan di toko-toko lain. Kalau Bapak mau lihat, saya kirimkan daftar yang paling laku. Santai saja, tidak ada keharusan.
7. Ke reseller yang belanja 2 minggu lalu:
Pak, kaos yang kemarin Bapak ambil bagaimana jalannya di toko? Kalau ada yang sudah mau habis, kabari saja — minggu depan ada rilis lagi, ada model yang senada. Bisa saya sisihkan duluan sebelum masuk grup.
8. Perkenalan ke calon reseller baru:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Selamat siang. Saya Eko dari Friday Killer, kami produsen pakaian kasual — kaos, kemeja, sandal, koko. Saya lihat toko Bapak/Ibu di [Instagram/Maps], sepertinya gaya barangnya cocok dengan produk kami. Kami rutin rilis barang baru 3 kali sebulan, dan banyak toko di berbagai kota yang jadi mitra jual kami. Kalau berkenan, saya kirimkan katalog dan daftar barang yang paling laku. Tidak ada keharusan apa-apa, kenalan dulu saja.
9. Pengingat untuk calon yang belum balas (sekali saja):
Siang Pak/Bu, menyambung pesan saya beberapa hari lalu. Saya kirimkan katalognya di sini ya, siapa tahu sempat dilihat-lihat. Kalau ada pertanyaan, silakan kabari kapan saja.
10. Minta kenalan dari reseller yang barang belanjaannya laku:
Pak, senang dengar barang kemarin jalannya bagus. Oh iya, kalau Bapak punya kenalan sesama pemilik toko yang kira-kira cocok jual barang kami, boleh dikenalkan. Nanti saya yang urus penawarannya.
(Catatan: bonus bawa teman boleh disebutkan — potongan belanja Rp500 ribu, cair setelah toko yang dibawa melunasi paket masuknya. Jangan dijanjikan dalam bentuk uang tunai.)
Bagian 7 — Laporan untuk Bos
Laporan mingguan (diisi Mas Eko tiap Jumat sore, satu halaman saja)
Isi laporan
Contoh isi
Uang masuk minggu ini (reseller luar saja)
Rp135 juta
Posisi terhadap target bulan berjalan
Rp310 juta dari Rp600 juta, minggu ke-2
Jumlah toko yang pesan
9 toko
Jumlah toko yang dihubungi pribadi
32 toko
Calon reseller baru yang diajak bicara
3, satu di antaranya minta katalog
Reseller baru yang jadi bergabung
1 (paket Rp10 juta)
Alasan penolakan paling sering minggu ini
"uang belum ada" (5 toko)
Rencana minggu depan
fokus rilis tanggal sekian + hubungi ulang 5 toko yang minta ditunda
Yang dilihat bos dari laporan ini
Uang masuknya di jalur atau tidak. Kalau dua minggu berturut-turut jauh di bawah Rp150 juta/minggu, berarti ada yang perlu dibenahi — jangan tunggu akhir bulan.
Aktivitasnya jalan atau tidak. Kalau uang kurang tapi chat pribadinya juga cuma sedikit, masalahnya di kerajinan. Kalau chat banyak tapi uang kurang, masalahnya di penawaran atau harga — dan itu urusan bos, bukan salah Mas Eko.
Alasan penolakan. Kalau satu alasan muncul terus (misalnya "model tidak cocok" berulang-ulang), itu masukan untuk urusan produk, bukan urusan jualan.
Obrolan bulanan (bos + Mas Eko, 30–60 menit tiap akhir bulan)
Total uang masuk vs target Rp600 juta.
Toko mana yang naik, toko mana yang menghilang.
Reseller baru bulan ini berapa, dan apakah mereka belanja lagi.
Satu-dua hal yang mau diubah bulan depan.
Sumber angka: audit read-only database Wincloth (reseller_strategy_audit_draft.md), periode 1 Januari 2025 – 2 Juli 2026. Semua angka penjualan adalah nilai transaksi, belum termasuk hitungan modal/margin. Dokumen ini tidak memuat nomor telepon maupun alamat siapa pun.
Cari chat berdasarkan situasi
Pilih situasi atau tulis dengan bahasa sehari-hari. Ganti nama toko, kota, produk, jumlah, dan bukti hanya dengan informasi nyata.
Paling sering dipakai
Bab A — Prinsip Dasar: Chat B2B Beda dengan B2C
Reseller bukan pembeli biasa. Waktu baca chat kita, di kepalanya cuma tiga pertanyaan:
Ini laku gak di toko saya?
Untungnya berapa?
Berapa lama balik modal?
Maka semua chat kita harus menjawab minimal satu dari tiga itu. Yang mempan di B2C (gaya, diskon heboh, "buruan sebelum kehabisan") justru bikin ilfeel di B2B — pedagang tahu semua trik itu karena dia sendiri pakai ke pembelinya.
Empat aturan nada bicara:
Bicara sebagai sesama pedagang, bukan penjual ke pembeli. "Model ini putarannya cepat" lebih mempan daripada "modelnya bagus banget".
Bawa bukti, bukan pujian. "Di 3 toko mitra habis dalam seminggu" mengalahkan seribu kata "keren".
Setiap chat harus gampang dijawab. Akhiri dengan satu pertanyaan pendek, bukan "silakan dicek ya kak".
Jangan pernah mengarang bukti. Angka dan cerita toko lain harus benar. Sekali ketahuan, mati.
Bab B — Pembuka Out of the Box (Reseller yang Sudah Kenal)
Musuh utama chat jualan: terbaca sebagai broadcast. Begitu terasa template, langsung di-skip. Pembuka di bawah semuanya terasa "ditulis khusus buat dia":
B1. Pembuka data pribadi — pakai riwayat dia sendiri:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, iseng cek catatan — kaos oversized yang Bapak ambil bulan Maret itu ternyata masuk 3 besar terlaris kami tahun ini. Feeling Bapak bagus juga milih barang. Minggu depan ada yang senada, mau saya kabari duluan?
B2. Pembuka memberi dulu — kirim info berguna, belum jualan:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, sekadar info dari dapur kami: dua bulan ini sandal lagi ngalahin kaos di toko-toko mitra. Barangkali berguna buat atur stok toko Bapak. Bukan lagi nawarin, cuma berbagi data.
(Chat ini justru sering dibalas "oh ya? sandal yang mana?" — dan jualan terjadi tanpa nawarin.)
B3. Pembuka minta pendapat — orang senang dimintai pendapat:
Pak, boleh minta pendapat sebagai yang pegang toko langsung? Kami mau rilis 2 model, saya kirim fotonya — menurut Bapak yang lebih laku yang mana? Jawaban Bapak beneran kami pakai buat nentuin jumlah produksi.
(Bonus: jawabannya jadi data selera pasar gratis, dan dia merasa jadi orang dalam.)
B4. Pembuka musiman — dipakai H-60 sebelum Lebaran (data kita: Maret selalu meledak):
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, tahun lalu barang Lebaran mulai diserbu 2 bulan sebelumnya dan beberapa toko kehabisan jatah. Tahun ini saya buka daftar pesan duluan buat langganan lama dulu. Toko Bapak mau saya masukkan?
B5. Pembuka cerita toko lain (tanpa sebut nama kalau sensitif):
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, ada cerita menarik — satu toko mitra di Sumatera nyoba majang kaos kami satu rak penuh satu model, bukan dicampur. Habis 2 minggu. Saya jadi kepikiran toko Bapak, model X kayaknya cocok digituin.
B6. Pembuka rekap tahunan — dipakai 1-2 kali setahun, rasanya seperti laporan pribadi:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, saya bikinin rekap kecil: tahun ini Bapak sudah ambil 4 kali, yang paling jalan model A dan C. Kalau lihat polanya, pembeli toko Bapak sukanya warna gelap. Rilis depan ada 3 model gelap — mau saya siapkan daftarnya?
B7. Pembuka apresiasi jujur:
Pak, bukan mau jualan dulu — cuma mau bilang terima kasih, toko Bapak termasuk yang paling enak diajak kerja sama, bayarnya rapi terus. Kalau ada yang bisa kami perbaiki dari sisi barang atau kirim, kabari saya ya.
(Chat tanpa jualan seperti ini yang bikin chat jualan berikutnya dibales.)
B8. Pembuka barang datang:
Pak, barang baru masuk gudang barusan, belum difoto studio pun belum. Saya foto pakai HP dulu buat Bapak lihat duluan. [foto] Yang begini biasanya gak lama di gudang.
Bab C — Peta Penolakan Lengkap
C0. PALING SERING: Chat orang baru tidak dijawab 🥇
Ini keluhan nomor satu Mas Eko, jadi bab ini paling detail.
Kenapa chat pertama tidak dibalas? Hampir selalu salah satu dari ini:
Terbaca seperti spam template yang dikirim ke 50 toko sekaligus.
Kepanjangan — pedagang sibuk, lihat teks sepanjang itu langsung tutup.
Tidak ada yang gampang dijawab — pesannya cuma informasi, bukan pertanyaan.
Tidak jelas untungnya buat dia dalam 3 detik pertama.
Kirim katalog/brosur di pesan pertama — itu tanda paling jelas dari spam.
Resep pesan pertama yang dapat balasan — tiga kalimat saja:
[1 hal spesifik tentang TOKONYA] + [1 kalimat siapa kita] + [1 pertanyaan yang gampang dijawab]
Bagian pertama itu kuncinya: satu detail yang membuktikan kita benar-benar melihat tokonya, bukan asal broadcast. Dan jangan kirim katalog sebelum dia membalas.
Lima variasi pesan pertama:
C0-a. Versi detail toko (paling ampuh, butuh 2 menit riset per toko):
Selamat siang Pak. Saya lihat toko Bapak di [Instagram/Maps] — rak kemejanya rapi banget, kelihatan yang gaya kasual jalan di situ. Saya Eko dari Friday Killer, kami produksi kaos, kemeja, sandal. Boleh tahu, Bapak masih terima tambahan supplier atau lagi penuh?
C0-b. Versi pertanyaan pedagang — bertanya dulu, bukan menawarkan:
Siang Pak. Saya Eko dari Friday Killer, produsen pakaian kasual. Mau tanya singkat aja: di toko Bapak, kaos sablon gitu masih jalan gak sih sekarang? Soalnya tiap kota beda-beda, saya lagi petain.
(Pertanyaannya gampang dan tentang dagangannya sendiri — pedagang hampir selalu mau jawab soal dagangannya.)
C0-c. Versi jejak kota:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Siang Pak. Saya Eko dari Friday Killer. Di [kota Bapak] barang kami sudah jalan di beberapa toko dan putarannya bagus. Saya lihat toko Bapak segmennya mirip. Kalau saya kirim daftar barang yang paling laku di kota ini, berkenan lihat?
C0-d. Versi dibawa teman (kalau ada referral — selalu sebut namanya):
Siang Pak. Saya Eko dari Friday Killer — dapat kontak Bapak dari Pak [nama], toko [nama toko]. Katanya toko Bapak salah satu yang ramai di [kota]. Pak [nama] sudah setahunan ambil barang kami. Boleh saya kenalan dan kirim gambaran barangnya?
C0-e. Versi produk nyambung:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Siang Pak. Saya perhatikan toko Bapak kuat di kaos, tapi belum banyak sandalnya. Kami Friday Killer, dan justru sandal kami yang paling cepat putarannya di toko-toko kaos. Mau lihat modelnya? Siapa tahu bisa jadi pelengkap rak.
Urutan susulan kalau tetap diam — aturannya: tiap susulan harus bawa isi baru. Yang haram: "gimana kak, jadi?"
Kapan
Isi
Contoh
Hari +2/+3
Satu foto produk terlaris + satu kalimat
"Pak, ini model yang paling jalan di toko-toko mitra bulan ini. Kirim satu ini aja biar gak menuhin chat Bapak."
Hari +6/+7
Bukti singkat dari toko lain
"Pak, minggu ini ada toko di [kota] yang restock ketiga kalinya untuk model kemarin. Saya kabari karena segmen tokonya mirip punya Bapak."
Hari +12/+14
Pesan pamit halus — sering justru ini yang dibalas
"Pak, saya gak mau ganggu terus. Saya anggap belum butuh sekarang ya — gak apa-apa sama sekali. Simpan aja nomor saya, kapan pun cari tambahan barang, satu chat aja langsung saya layani."
Setelah itu
Masuk daftar musiman — bukan dibuang
Disapa lagi hanya saat ada momen nyata: menjelang Lebaran, rilis besar, atau model baru yang pas dengan tokonya. Maksimal 1x per 1–2 bulan.
Aturan tambahan:
Maksimal 3 sentuhan aktif + 1 pesan pamit. Lebih dari itu = merusak nama di mata sesama pemilik toko (mereka saling kenal).
Pindah kanal satu kali boleh: kalau WA diam, coba DM Instagram (atau sebaliknya) — kadang nomornya memang jarang dibuka.
Jam kirim terbaik: 10.00–11.00 atau 15.00–16.00. Pagi buka toko dan sore ramai pembeli itu jam sibuk mereka.
Target sehat: dari 10 toko baru yang dichat dengan cara ini, 3–4 membalas itu sudah bagus. Yang diam bukan gagal — mereka masuk daftar musiman, dan sebagian membalas berbulan-bulan kemudian.
C1. "Uangnya belum ada / belum cair"
Variasi 1 — kecilkan porsinya:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Siap Pak, paham. Gak harus ambil banyak — ambil yang paling cepat laku aja dulu beberapa lusin. Yang penting rak Bapak gak kosong di model yang lagi dicari orang.
Variasi 2 — pancing tanggal:
Gak apa-apa Pak. Biasanya longgarnya kapan — habis tanggal muda? Saya catat, nanti saya kabari pas stoknya masih lengkap.
Paham Pak. Gini aja — modelnya saya tandain dulu buat Bapak sampai [hari]. Kalau sampai situ belum longgar juga, saya lepas, gak ada penalti apa-apa.
Kapan mundur: kalau tiga rilis berturut-turut jawabannya sama, berhenti menawarkan tiap rilis — pindahkan ke sapaan musiman. Alasan uang yang terus-menerus kadang artinya alasan lain yang tidak enak diucapkan.
C2. "Stok lama masih numpuk"
Variasi 1 — bantu dulu, jangan jualan:
Paham Pak. Model mana yang paling nyangkut? Kadang cuma masalah pajangan — model gelap kalau dipajang di rak belakang memang mati. Foto rak Bapak dong, siapa tahu saya bisa kasih saran kecil.
Variasi 2 — senjata program tukar:
Pak, justru sekarang ada program baru: belanja minimal Rp10 juta bisa tukar barang sampai 25%-nya dalam 30 hari kalau gak jalan. Jadi yang nyangkut kayak kemarin gak bakal kejadian lagi — risikonya kami yang tanggung sebagian.
Variasi 3 — ganti kategori:
Kalau kaos lagi penuh, gimana kalau isi yang beda — sandal atau koko? Putarannya beda, gak saingan sama stok kaos Bapak yang masih ada.
C3. "Modelnya kurang cocok untuk toko saya"
Variasi 1 — gali dulu:
Masukan penting itu Pak, makasih. Biar saya gak salah terus: yang jalan di toko Bapak tipe apa — polosan, sablon rame, atau yang kalem? Saya catat, jadi berikutnya saya cuma kirim yang nyambung.
Variasi 2 — sodorkan yang netral:
Betul, rilis ini memang gayanya agak beda. Tapi ada 2 model yang netral, tipe aman yang di toko mana pun jalan. Saya kirim fotonya ya, lihat aja dulu.
Kapan mundur: kalau selera tokonya memang beda jauh, jujur saja — "kayaknya rilis ini memang bukan buat toko Bapak, nanti kalau ada yang cocok baru saya kabari." Kejujuran ini yang bikin chat berikutnya dibaca.
C4. "Ukurannya gak lengkap"
Variasi 1:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Betul Pak, size L memang paling cepat habis. Yang masih lengkap S, M, XL. Atau mau saya catat: begitu produksi berikutnya keluar, jatah L Bapak saya amankan duluan sebelum masuk grup?
Variasi 2 — data balik:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Boleh tahu di toko Bapak yang paling jalan size apa? Saya catat — ini juga masukan buat produksi, beberapa toko luar Jawa larinya justru di XL.
C5. "Harganya kemahalan / minta diskon tambahan" ⚠️
Garis tegas: tidak ada diskon di luar tier 30%/40%. Sekali bocor satu toko, semua toko akan tahu dan minta.
Variasi 1 — geser ke untung, bukan harga:
Saya jujur aja Pak, harga segitu udah mentok — semua toko dapat harga sama, yang bedain cuma tier 30% dan 40%. Tapi coba hitung untungnya: modal [X], jual umum [Y], marginnya [Z]% dan putarannya cepat. Yang bikin untung itu putaran, bukan diskonnya.
Variasi 2 — volume, bukan potongan:
Diskonnya gak bisa nambah Pak, tapi kalau ambilnya naik ke paket 40% itu otomatis lebih murah per potong. Itu satu-satunya jalan resmi harga turun.
Variasi 3 — nilai tambah:
Harga gak bisa turun, tapi Bapak dapat yang toko lain gak dapat: akses beli duluan buat barang terbatas, dan jaminan tukar 25%. Itu nilainya lebih gede dari diskon 5%.
C6. "Marginnya kurang tebal"
Dibanding barang murah memang beda Pak. Tapi coba bandingin per bulan, bukan per potong: barang kami putarannya [cerita nyata putaran], jadi untung per rak per bulan malah lebih tebal. Barang margin gede tapi setahun gak habis itu untungnya nol — modalnya ketanam.
C7. "Sudah punya supplier / langganan lain"
Jangan pernah jelekkan suppliernya. Posisinya: pelengkap, bukan pengganti.
Variasi 1:
Bagus itu Pak, jangan diganti — supplier yang udah cocok itu susah dicari. Saya gak nawarin jadi pengganti, cuma pelengkap: ambil 1–2 model kami yang gak ada di supplier Bapak. Kalau jalan, lanjut. Kalau enggak, ya udah, gak ada ruginya kenalan.
Variasi 2 — tanya celah:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Siap Pak. Kalau boleh tahu, dari supplier sekarang ada yang suka kosong gak — kategori atau size tertentu? Biasanya di situ celah kami bisa bantu, jadi cadangan aja.
C8. "Toko lagi sepi"
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Paham Pak, memang lagi musim begitu di mana-mana. Justru pas sepi gini yang penting rak diisi barang yang putarannya paling cepat, bukan nambah banyak barang. Dari daftar kami, yang tetap jalan pas sepi biasanya [kategori]. Mau lihat daftar pendeknya aja? Isi 5 model.
C9. "Mikir dulu / lihat-lihat dulu"
Variasi 1 — kasih tenggat alami, bukan tekanan:
Silakan Pak, santai aja. Satu info aja: yang ini stoknya [jumlah jujur], biasanya seminggu-dua minggu habis. Kalau minat, kabari sebelum itu ya biar gak kehabisan size.
Variasi 2 — kecilkan keputusannya:
Boleh Pak. Biar mikirnya gampang: gak usah mikirin satu paket, mikirin satu model aja dulu — yang paling mungkin laku di toko Bapak yang mana dari foto tadi?
C10. "Nanti saya kabari" (janji gantung)
Siap Pak. Biar gak saling lupa, saya cek lagi ke Bapak hari [Kamis] ya. Kalau sebelum itu udah ada keputusan, chat aja kapan pun.
(Kuncinya: kita yang pegang tanggal, bukan nunggu. Kalau di tanggal itu tetap gantung → perlakukan seperti C9 sekali, lalu masuk daftar musiman.)
C11. Ghosting reseller lama (biasanya balas, tiba-tiba diam)
Bedakan dengan orang baru — yang ini sudah kenal, jadi boleh sedikit personal:
Pak, kok sepi — biasanya rame. Toko aman kan? Kalau ada yang gak berkenan dari kami — barang, kiriman, atau apa pun — bilang aja Pak, saya gak baperan, malah kebantu buat benerin.
(Pesan seperti ini sering membongkar masalah yang tidak pernah diucapkan: barang cacat yang tidak dilaporkan, kecewa kiriman lama, dsb.)
C12. "Takut gak laku" (toko baru, belum pernah ambil)
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Wajar Pak, semua mitra kami dulu mulainya juga ragu. Makanya sistemnya kami bikin aman: mulai dari paket awal resmi Rp10–11 juta (tier 30%), isinya kami pilihkan dari yang paling terbukti di toko-toko lain, dan ada jaminan tukar — gak jalan dalam 30 hari, tukar model lain sampai 25% nilai belanja. Program tukar membantu membatasi risiko sesuai syarat resmi; bukan jaminan seluruh barang pasti laku.
C13. "Pernah kecewa" (cacat, kiriman lama, dll)
Jangan membela diri. Akui, perbaiki, buktikan.
Saya minta maaf Pak, dan makasih udah mau cerita — banyak yang kecewa terus diam aja hilang. Kejadian [masalah] itu memang salah kami. Sekarang sudah dibenahi: [perbaikan nyata yang benar-benar ada]. Saya gak minta Bapak langsung percaya — kasih kami satu order kecil aja buat buktiin. Kalau masih kecewa juga, saya yang tanggung jawab langsung.
(Isi bagian perbaikan harus benar. Kalau belum ada perbaikannya, jangan pakai skrip ini — laporkan dulu ke bos.)
C14. "Bisa titip jual gak? / konsinyasi"
Rekomendasi kebijakan(karena jalur distribusi memang sudah ada di sistem): konsinyasi tidak ditolak mentah, tapi juga tidak diobral. Urutan jawabannya:
Kalau titip jual murni kami gak buka bebas Pak, karena barang nitip itu biasanya gak dijagain sepenuh hati — beda sama barang yang ada modalnya. Tapi kekhawatiran Bapak saya paham: takut gak laku kan? Itu udah kejawab sama jaminan tukar 25% dalam 30 hari. Jadi praktis: beli putus, tapi risikonya mirip titip jual.
Langkah 2 — kalau tokonya besar/strategis dan tetap minta:
Sebenarnya kami punya jalur kemitraan distribusi resmi, tapi itu bukan buat semua toko — ada penilaiannya dan yang mutusin langsung owner. Kalau Bapak serius, saya ajukan tokonya ke owner ya.
Syarat masuk jalur distribusi (rekomendasi, bos yang sahkan per toko): toko besar/strategis, lokasi bagus, mau lapor penjualan rutin, ada perjanjian tertulis, dan disetujui bos satu per satu. Mas Eko tidak boleh memutuskan sendiri — tugasnya hanya mengajukan ke bos.
C15. "Saya mau jadi satu-satunya di kota ini" (minta eksklusif)
Jangan ditolak, jangan dijanjikan. Ini justru sinyal bagus — artinya dia serius dan takut saingan.
Menarik Pak, dan saya senang Bapak mikirnya jangka panjang. Status kayak gitu memang lagi kami rancang — namanya Mitra Utama, dan dasarnya bukan siapa cepat tapi komitmen belanja. Belum resmi dibuka, tapi saya catat toko Bapak sebagai peminat pertama di [kota]. Begitu dibuka, Bapak yang pertama saya kabari.
Rancangan program Mitra Utama Wilayah(strategi ke depan — rekomendasi, belum berlaku sampai bos sahkan):
Ketentuan
Rancangan
Status
Mitra Utama per kota/wilayah — prioritas, bukan monopoli mati
Syarat
Komitmen belanja bulanan minimal (usulan: Rp20–30 juta/bulan, angka final oleh bos)
Benefit
Prioritas stok & model baru; selama komitmen jalan, kami tidak membuka reseller baru dalam radius yang disepakati
Pengaman
Dievaluasi per 3 bulan. Dua bulan berturut-turut di bawah komitmen → status lepas, wilayah dibuka lagi
Kenapa menarik buat kita
Mengubah permintaan eksklusif (yang biasanya cuma mau enaknya) jadi komitmen omzet terkunci per kota
Bab D — Reseller Dorman: Tangga 4 Anak
Prinsip: yang sudah pergi jangan disodori dagangan di chat pertama. Dia pergi pasti ada sebabnya, dan sebab itu belum kita ketahui.
Anak tangga 1 — sapa tanpa jualan (chat 1):
Pak Budi! Lama banget gak ngobrol. Toko gimana kabarnya — masih di [lokasi] kan? Gak ada perlu apa-apa Pak, beneran cuma nyapa, inget aja dulu sering ngobrol.
Tujuannya cuma satu: dibalas. Kalau dibalas, dengarkan — sering kali di sini ketahuan kenapa dia pergi.
Anak tangga 2 — kasih nilai, masih belum jualan (3–5 hari kemudian):
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, kemarin habis ngobrol jadi ingat toko Bapak. Ini daftar 5 barang yang paling jalan di toko-toko mitra sekarang — beda jauh sama zaman Bapak masih ambil dulu. Lihat aja, gak ada keharusan apa-apa.
Anak tangga 3 — tawaran kecil tanpa risiko (kalau tangga 2 direspon positif):
Pak, kalau mau coba masuk lagi, gak usah langsung gede. Kalau mau masuk lagi, gunakan paket awal resmi Rp10–11 juta (tier 30%), dengan pilihan barang yang disesuaikan dari data nyata toko. Dan sekarang ada yang dulu belum ada: jaminan tukar — gak jalan dalam 30 hari, tukar model lain. Zaman Bapak dulu kan belum ada ini.
Program tukar adalah senjata utama untuk dorman — sebagian besar dari mereka pergi karena stok nyangkut.
Anak tangga 4 — tahu kapan berhenti: tidak nyantol setelah 3 siklus → pindah ke daftar musiman (disapa saat Lebaran/rilis besar saja). Waktu Mas Eko terbatas; jangan habis di toko yang sudah dingin.
Tangga penuh 1–4, dikerjakan serius. Rekomendasi: sesekali bos sendiri yang menyapa — disapa owner langsung itu rasanya beda kelas
Dorman menengah
Gerrystro, Spectrum, Exterior Sidoarjo
Tangga 1–3 oleh Mas Eko
Dorman kecil / sekali beli
sisanya
Langsung daftar musiman, tidak usah satu per satu
Catatan khusus: dorman yang punya sisa tagihan versi sistem (contoh: Macro Pekanbaru ±Rp10 jt) — selesaikan urusan tagihannya dulu lewat pembersihan data sebelum diajak belanja lagi. Nagih dan ngajak belanja dalam satu chat itu haram.
Bab E — Up-Selling & Optimalisasi (Rekomendasi)
E1. Reseller yang sudah besar → naikkan FREKUENSI, bukan nilai per order
Order sekali gede itu berat di cashflow dia dan berisiko nyangkut. Dua kali sebulan yang rutin jauh lebih sehat untuk dua belah pihak.
Jalan 1 — langganan tanggal restock:
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, saya perhatikan pola toko Bapak: ambil besar, habis sekitar 3 mingguan, terus kosong seminggu sebelum ambil lagi. Seminggu kosong itu penjualan yang hilang. Gimana kalau kita bikin jadwal: tiap tanggal [X] saya kirim daftar restock berdasarkan yang paling jalan di toko Bapak, tinggal Bapak coret-coret. Gak pake mikir dari nol tiap bulan.
Jalan 2 — lengkapi kategori (pakai bukti, bukan asal nambah):
⚠ WAJIB CEK DATA — kirim hanya jika ada data nyata; jika tidak, hapus klaim performanya.
[ISI HANYA JIKA ADA DATA NYATA] Pak, toko Bapak kuat banget di kaos. Di toko-toko lain yang profilnya mirip, pembeli kaos itu paling sering nyambar sandal sama topi di kasir. Toko Bapak belum ambil dua-duanya — mau coba satu lusin kecil dulu, ditaruh deket kasir?
Jalan 3 — akses beli duluan sebagai pengikat: reseller besar dapat lihat & kunci barang sebelum masuk grup. Bikin dia merasa orang dalam, dan ordernya terkunci sebelum toko lain lihat.
E2. Reseller yang masih kecil → cari tahu KENAPA kecil dulu
Tiga kemungkinan, tiga obat berbeda. Tanya dulu, jangan asal dorong:
Kenapa kecil
Tandanya
Obatnya
Modal terbatas
Bayar selalu tepat, ambil sedikit tapi rutin
Sabar + arahkan ke model tercepat putarannya, biar modalnya muter cepat dan membesar sendiri
Masih ragu sama barang kita
Ambilnya "nyicip" — 1–2 model doang
Naikkan pakai bukti dari dirinya sendiri (skrip di bawah)
Tokonya memang kecil
Toko kecil, pembeli terbatas
Jangan dipaksa gede — jadikan rutin saja. Kecil tapi 12 bulan setahun itu bagus
Skrip naik kelas pakai bukti dia sendiri:
Pak, model A yang kemarin Bapak ambil 6 pcs — habis dalam berapa lama? ... Nah itu cepet banget Pak. Berikutnya ambil 12 langsung, warnanya saya prioritaskan yang kemarin paling dulu habis. Nambahnya di barang yang udah kebukti di toko Bapak sendiri, bukan nyoba barang baru.
Skrip naik ke paket 40%:
Pak, hitungan bulan kemarin belanja Bapak totalnya udah nyentuh Rp12 jutaan tapi kepotongnya masih 30%. Kalau digabung jadi sekali ambil paket besar, potongannya 40% — barang sama, bayarnya lebih hemat [selisih]. Mau saya hitungkan simulasinya?
E3. Optimalisasi yang sudah jalan
Bundling pintar: barang laris digandeng barang lambat dalam paket yang masuk akal (kaos laris + sandal sisa warna, harga paket sedikit miring dari total satuan). Batas: bundling tidak boleh jadi tempat buang sampah — barang lambatnya harus tetap layak jual, dan reseller harus tetap untung. Kalau tidak, dia kapok dan itu lebih mahal dari stok nyangkut.
Pre-order untuk reseller utama: sebelum produksi, tawarkan kunci jatah. Produksi jadi lebih terukur, reseller merasa istimewa.
Rekap kecil per toko: Mas Eko pegang catatan "di toko Bapak yang paling jalan model X". Hampir tidak ada supplier lokal yang begini — biayanya nol (datanya sudah ada di tabel kerja harian), efeknya reseller merasa dipegang khusus.
Rayakan angka reseller: "Pak, sadar gak — total ambilan Bapak tahun ini udah tembus Rp100 juta. Terima kasih banyak. Ada yang pengen Bapak minta dari kami sebagai langganan segede ini?" Chat begini mengunci loyalitas lebih kuat dari diskon mana pun — dan kalau dia minta sesuatu, itu masukan gratis.
Bab F — Funnel B2B: Tangga Melingkar
Funnel B2C itu garis lurus: lihat iklan → beli → selesai. Funnel B2B kita melingkar — ujungnya bukan pembelian, tapi langganan yang membawa teman:
KENAL → TERTARIK → NGOBROL → ORDER PERTAMA → [⚠️ ORDER KEDUA] → LANGGANAN → PEMBAWA TEMAN
↑______________|
Tahap
Tujuannya
Chat andalannya
Naik tahap kalau
Gugur kalau
Kenal
Dibalas
Bab C0 (pesan 3 kalimat)
Dia membalas apa pun
Diam setelah 3 sentuhan + pamit → daftar musiman
Tertarik
Dia mau lihat barang
Katalog + daftar terlaris
Nanya harga/size/cara pesan
"Tidak tertarik" tegas → hormati, catat
Ngobrol
Paham tokonya
Bertanya 70%, bicara 30%
Cocok paket mana ketahuan
Tidak jelas 2 minggu → tanya tegas sekali (C10)
Order pertama
Bayar & barang sampai
Penawaran paket + pemanis
Barang diterima
Batal → catat alasannya
Order kedua ⚠️
TITIK HIDUP-MATI
Protokol 30 hari (bawah)
Order lagi ≤ 60 hari
Tidak order ≥ 90 hari → masuk jalur dorman
Langganan
Rutin & membesar
Bab B & E
Punya jadwal/pola tetap
Pola putus → tangkap cepat (C11)
Pembawa teman
Merekomendasikan
Skrip minta kenalan + bonus Rp500 rb
—
—
Protokol 30 hari pertama reseller baru (penentu order kedua)
Kebanyakan reseller hilang setelah order pertama bukan karena barangnya jelek, tapi karena tidak ada yang menemani. Empat sentuhan wajib:
Hari 1–2 (barang sampai): "Pak, barangnya udah sampai kan? Coba dipajang yang model A di depan — di toko lain model itu yang narik orang masuk."
Hari 7: "Seminggu nih Pak — udah ada yang gerak? Yang mana yang paling ditanyain orang?" (jawaban dia = data untuk penawaran berikutnya)
Hari 21: "Pak, gimana perkembangannya? Kalau ada yang kelihatan bakal nyangkut, ingat masih ada jatah tukar sampai hari ke-30 — jangan nunggu lewat."
Hari 25–28: tawaran order kedua, pakai datanya sendiri: "Model B yang paling jalan di toko Bapak kan? Minggu depan kami rilis yang senada. Ambilan kedua biasanya saya bantu susunin biar makin pas sama pembeli toko Bapak."
Reseller baru yang melewati order kedua kemungkinan besar bertahan bertahun-tahun. Empat chat ini adalah investasi paling murah di seluruh sistem.
Hari 1–2: pastikan barang sampai dan bantu arah pajangan tanpa klaim rekaan.
Hari 7: tanya barang yang bergerak dan paling sering ditanyakan.
Hari 21: evaluasi stok; ingatkan batas program tukar 30 hari sesuai seluruh syarat.
Hari 25–28: susun order kedua dari data penjualan tokonya sendiri.
≤60 hari: order kedua berarti naik tahap. ≥90 hari tanpa order: masuk jalur dorman.
Distribusi dan konsinyasi
Default tetap beli putus dengan perlindungan tukar sesuai aturan. Toko besar/strategis boleh diajukan ke jalur distribusi resmi jika bersedia laporan rutin dan perjanjian tertulis. Keputusan hanya oleh bos, bukan Mas Eko.
Mitra Utama Wilayah — rekomendasi masa depan, belum berlaku. Arahnya prioritas wilayah berbasis komitmen dan evaluasi, bukan monopoli permanen. Usulan Rp20–30 juta/bulan, radius, benefit, dan evaluasi tiga bulanan belum boleh dijanjikan sebelum bos sahkan.
Laporan untuk bos
Setiap Jumat
Uang masuk minggu ini — reseller luar saja.
Posisi kumulatif terhadap Rp600 juta.
Jumlah toko pesan dan jumlah toko dihubungi pribadi.
Calon reseller diajak bicara dan reseller baru yang bergabung.
Tiga alasan penolakan teratas.
Reseller baru yang masuk jadwal order kedua.
Rencana tindakan minggu depan.
Tanda perlu tindakan
Jika dua minggu berturut-turut jauh di bawah Rp150 juta/minggu, cek segera. Chat sedikit berarti masalah aktivitas. Chat banyak tetapi omzet lemah berarti tawaran, produk, segmentasi, atau harga perlu ditinjau bos.
Setiap akhir bulan
Bahas omzet vs target, toko naik/hilang, reseller baru dan order keduanya, alasan penolakan, serta satu-dua perubahan bulan berikutnya.